Minggu, 21 Januari 2018

Pergi (2)


Ambang pintu rumahnya tertutup rapat, halaman dan isinya tampak lengang. Aku memilih meneruskan pejalanan. Dia sudah pergi.

Pergi (1)


“Pean ngga pengen ketemu aku, ya?” Pertanyaan itu akhirnya meluncur juga, meski hanya lewat udara. Ya, kami tidak benar-benar berjumpa. Hanya akun sosial media yang aktif menunjukkan dia sedang dimana dan bagaimana.

Sabtu, 20 Januari 2018

Bukan Emak-Emak Setrong


Jam 12 siang, kami jaga toko hanya berdua. Kalau beberapa bulan yang lalu jaga toko bisa berlima bahkan berenam, terutama saat jam ramai yaitu pagi atau sore hari, hari ini hanya berdua saja. Entah kenapa dan kemana yang lain, tak perlu dipertanyakan karena aku juga tak punya jawaban.

Jumat, 12 Januari 2018

Kelahiran



Dalam keheningan yang mencekam
Satu tangis pecah
Menandakan hadirnya satu kehidupan baru
Meramaikan dunia
Bersama garis nasib yang entah berujung di mana

Kamis, 11 Januari 2018

Sakit Itu Nikmat


“Hei, udah waktunya istirahat.”

“Iya, sebentar lagi. Nanggung.”

“Waktunya makan. Jangan telat…”

“Iya…” Lalu berangkat beberapa jam kemudian.

Rabu, 10 Januari 2018

Review Novel Ayat-Ayat Cinta 2



Judul                     : Ayat-ayat Cinta 2
Penulis                 : Habiburrahman El Shirazy
Penerbit              : Republika
Tebal                     : 698 Hal

Aisha hilang bak ditelan bumi. Tak ada kabar sama sekali. Fahri tak tahu lagi kemana harus mencari. Cintanya yang begitu murni menghalanginya untuk mengenal perempuan lain manapun untuk disunting sebagai istri. Ya, bagaimana mungkin sosok yang hampir sempurna di mata manusia itu menikah lagi, sementara bayangan sang istri masih tercetak begitu jelas dalam hati?

Pergi (2)

Ambang pintu rumahnya tertutup rapat, halaman dan isinya tampak lengang. Aku memilih meneruskan pejalanan. Dia sudah pergi.